Pemberdayaan Potensi Jemaat Dalam Membangun Gereja Misioner

Lexie Adrin Kembuan, I Wayan Sudarma

Abstract


 This paper discusses the potential empowerment of congregations for missioner churches. The Church is called a missioner when it is able to carry out programs that move outwards, not only perform services inward. The Church always motivates the congregation to preach the good news. The method used in this writing is a descriptive qualitative approach. The missioner church is always actively enhancing partnerships with churches or other mission institutions. In carrying out the activities out there is one concept of three and one that the author offers, namely in evangelism the author does activities by doing three things in one place. In the congregation, there are expected to be small groups engaged in a clear service program. In small groups, word sharing is done, evangelistic services, and at the same time the congregation runs its business.

Keyword: Potential, congregation, missioner, empowerment, Church.

 

Abstrak


Tulisan ini membahas tentang pemberdayaan potensi jemaat untuk gereja misioner. Gereja disebut misioner bila sudah mampu melaksanakan program yang bergerak ke luar, tidak hanya melakukan pelayanan ke dalam. Gereja selalu memberi motivasi kepada jemaat untuk memberitakan kabar baik. Metode yang digunakan dalam penulisan ini dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Gereja yang misioner senantiasa aktif meningkatkan kemitraan dengan gereja-gereja atau lembaga-lembaga misi lainnya. Dalam melaksanakan kegiatan keluar dalam penginjilan gereja melakukan kegiatan dengan melakukan tiga hal dalam satu tempat. Dalam jemaat diharapkan ada kelompok-kelompok kecil yang bergerak mengerjakan program pelayanan yang jelas. Dalam kelompok kecil dilakukan sharing Firman, melakukan pelayanan penginjilan, dan sekaligus jemaat menjalankan usahanya.

Kata-Kata Kunci: Potensi, jemaat, missioner, pemberdayaan, Gereja


Keywords


Teologi, Penginjilan

Full Text:

PDF

References


Arifianto, Y. A. (2021). Mereduksi Stigmatisasi Misiologi Hanya Untuk Pemimpin Gereja Sebagai Motivasi Orang Percaya Untuk Menginjil. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika, 3(1), 47–59.

Arifianto, Y. A., Triposa, R., & Lembongan, P. K. (2020). Studi Alkitab Tentang Misi Dan Pemuridan Dalam Amanat Agung Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini. Diegesis (Nd).

Bosch, D. J. (1991). Transformasi Misi Kristen. BPK Gunung Mulia.

Dedy Mulyana. (2002). Metode Penelitian. Rosdakarya.

Downey, W. (1957). Murray. Cara-cara Memenangkan Jiwa. Bandung: Kalam Hidup.

Elbers. Veronika J. (2015). Gereja Misioner. SAAT.

Hadiwijono, H. (2007). Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Heryanto, D., & Sawaki, W. (2020). Menerapkan Strategi Penginjilan Paulus dalam Kisah Para Rasul 17: 16-34 pada Penginjilian Suku Auri, Papua. KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 6(2), 318–329.

Junior Natan Silalahi. (2019). Paulus Sang Entrepreneur: Pembuat Tenda sebagai Jembatan Penginjilan. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 1(1).

Kuyper, A. (2004). Iman kristen dan problema sosial. Surabaya: Momentum.

Miranda, J. (1986). Gereja Kristen dalam Pelayanan. Yayasan Penerbit Gandum Mas.

Purwoto, P., & Sumiwi, A. R. E. (2020). Pola Manajemen Penginjilan Paulus Menurut Kitab Kisah Para Rasul 9-28. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 113–131.

Rick Warren. (1999). Pertumbuhan Gereja Masa Kini. Gandum Mas.

Rusli, G., & Arifianto, Y. A. (2021). Tinjauan Teologis Peran Gembala dalam Aktualisasi Misi Berdasarkan 2 Timotius 4: 1-2. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 299–316.

Simon, S. (2019). Peranan Gereja Dalam Menghambat Laju Pertumbuhan Pemakai Narkoba. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 1(2), 172–186.

Simon, S., & Angkouw, S. R. (2021). Perintisan Gereja Sebagai Bagian Dari Implementasi Amanat Agung. Manna Rafflesia, 7(2), 210–234.

Simon Simon. (2020). Peran Roh Kudus Bagi Hamba Tuhan Dalam Merintis Gereja. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 1(2).

Situmorang, P. J. T. H. (2021). Strategi Misi Paulus: Mengulas Kontekstualisasi Paulus dalam Pelayanan Lintas Budaya. PBMR Andi.

Sophia, S., Widjaja, F. I., & Papay, A. D. (n.d.). Studi Tentang Tugas Tanggung Jawab Gereja Serta Implikasinya Terhadap Pelayanan Misi dan Penginjilan di Kota Batam.

Subekti, T. (2019). Pemuridan Misioner dalam Menyiapkan Perluasan Gereja Lokal. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(2), 157. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v3i2.126

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta, Bandung.

Susanto, H. (2019). Gereja yang Berfokus pada Gerakan Misioner. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2, 62–83.

Tomatala, Y. (2003). Teologi Misi. Jakarta: YT Leadership Foundation.

Tomatala, Y. (2020). Gereja Yang Visioner dan Misioner di Tengah Dunia yang Berubah. Integritas: Jurnal Teologi, 2(2), 127–139.

van Kooij, R. (2007). Menguak fakta, menata karya nyata: sumbangan teologi praktis dalam pencarian model pembangunan jemaat kontekstual. BPK Gunung Mulia.

Wagner, C. P. (2005). Pertumbuhan Gereja Dan Peranan Roh Kudus. Malang: Penerbit Gandum Mas.

Warren, R. (1995). The purpose driven church: Growth without compromising your message & mission. Zondervan.




DOI: https://doi.org/10.54592/jct.v1i1.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Lexie Adrin Kembuan, I Wayan Sudarma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia
Institution Website:https://anugrah.ac.id/
Address: Kampus Utama: BG Junction Mall L2/P5, Jl. Bubutan 1-7 Surabaya
e-jurnal Website: https://e-journal.anugrah.ac.id/index.php/JCH/index
e-ISSN: 2808-4454 p-ISSN: 2808-8735

Charistheo Indexed by:

               

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). 

data macau